Pages

Monday, November 24, 2014

Bagaimana Menghitung Harga Rajutan?


Bagaimana sih, menentukan harga untuk hasil rajutan kita? Perajut A harganya sekian, perajut B sekian, sedangkan perajut lainnya sampai X, Y, Z harganya juga berbeda.
Nasehat saya: jangan pernah menjadikan harga orang lain sebagai patokan. Takut kalah saingan dengan yang menjual dengan harga murah? Padahal mungkin saja mereka baru bisa merajut. Jadi, harga dibuat semurah mungkin supaya cepat balik modal dan mereka bisa terus merajut.Bisa juga karena mereka memproduksi secara massal, dengan mengupah orang lain dengan gaji sangat rendah. Hasilnya? Anda bisa melihat rajutan-rajutan yang dijual di pasar yang harganya amat sangat murah sekali. Hingga orang-orang akan berpikir, "Untuk apa susah-susah membuat bros rajut jika kita bisa membelinya di pasar dengan harga Rp.2.000 per buah?"


Beberapa perajut juga menetapkan harga tinggi. Biasanya, mereka adalah perajut-perajut yang sudah punya ”jam terbang” tinggi dan kualitas produknya memang bagus, sehingga orang-orang akan tetap membeli produk mereka walau harganya mahal. Bahan yang digunakan juga lebih baik daripada yang harganya murah.

Flash back ke beberapa tahun lalu, saya pun sama dengan perajut itu (yang menjual produknya dengan harga murah). Dulu, untuk sebuah syal berbahan katun sembur, saya menjualnya sekitar 15.000. Gila? Hahaha... kalau dipikir-pikir lagi, mungkin iya. Pantas saja banyak order, karena saat itu saya belum tahu cara menentukan harga. Saya hanya berpatokan pada harga benang (saat itu sekitar Rp.8.000). Saya kira harga 15.000 sudah banyak untungnya, lumayan bisa digunakan untuk membeli benang lagi. *bodohnya*


Saya belajar seiring waktu. Saat ke mall, saya melihat barang-barang handmade dijual dengan harga tinggi. Saya sempat membatin, ”Emang ada orang yang mau beli?”
Ternyata banyak yang membeli. Apa lagi kalau bukan karena kualitasnya yang bagus dan model barang-barang tersebut yang unik? Dari situ saya belajar, bahwa untuk membuat produk yang berkualitas, bahannya pun harus pilihan. 
Saya pikir, seharusnya ada “biaya ekstra” selain menghitung harga benang dan material lainnya. Harus ada harga ketelitian, skill, dan waktu.

”I don’t sell yarns. I am selling my creativity. Everyone can buy yarns, but not every of them can change it into a beautiful thing.”  
Saya tak menjual benang. Saya menjual kreatifitas dan bakat saya. Semua orang bisa membeli benang, namun tak semua bisa mengubahnya menjadi benda-benda cantik.


Secara bertahap, saya menaikkan harga produk saya. Sempat ada kekhawatiran, jikalau pelanggan saya hilang. Namun saya berbaik sangka pada Alloh, bahwa takaran rejeki saya sudah sesuai dengan perhitungan-Nya.


Lalu bagaimana cara menghitung harga jual? Saya menggunakan rumus seperti berikut:
WHOLESALE= 2x material + (time x labor cost)
RETAIL= Wholesale + profit

Jadi misalnya begini...
Material yg digunakan adalah:
-Benang 10 gram (harga per gulung 11.000, jadi utk 10 gr harganya 1.100)
-peniti pin Rp.400
-lem Rp.500
-box mika Rp 1.500
-label art paper 500/pc
-waktu pembuatan 30 menit
-labor cost (biaya pembuatan) Rp.20.000/jam

Menghitung harganya:
2x (1.100 +400 +1.500 +500) + (30 menit x 20.000/jam)
Harga = 2x 4.000 + (30/60 x 20.000)
Harga = 8.000 + (1/2 x 20.000)
= 8.000 + 10.000
= 18.000.

Nah, harga bros rose 18.000/pc. Itu harga wholesale (grosir). Untuk harga retail/satuan, tergantung masing-masing perajut mau berapa persen. Misalnya harga satuan sy naikkan sebanyak 30%, jadi harga satuannya adalah:
18.000 + 4.800 = 22.800 --> dibulatkan ke 23.000

Jadi, jika ada yg membeli satuan saya beri harga 23.000, dan reseller sy beri harga 18.000 (dengan ketentuan minimum order 25 box).


Baiklah, semoga artikel ini bermanfaat. Terus semangat untuk berkarya ;)

18 comments:

karisma dwi said...

Dlu pernah bkin bros rajut,tp cm krn dbandingkan akhirnya mundur deh dr perajutan..hehee
Tinggal d kota mn mbak?

Ummu Nayfah said...

Wah... Sayang bakatnya, mbak :)
Sy di Tangerang. Silakan mampir ke page sy: www.facebook.com/LaLehCrochet.

Salam rajut ^_^

getty s said...

Halo mbak! Saya senangnya sekali merajut walaupun masih yg sederhana-sederhana. Pinginnya membuat macam-macam (tas,Bros,book cover,taplak meja,bantal kursi DLL) tapi abis itu saya taruh begitu aja. Oh ya saya buat topi dan sepatu bayi karena terinspirasi kehadiran cucu perempuan. Niatnya menjual hasil rajutan saya tapi karena masih sederhana-sederhana jadi belum pede.kalo semangat merajut sangat semangat tak ada hari Tampa merajut. Tolong dong mbak masih tahu Cara agar saya pede menjual hasil kerajinan tangan Dan dimana bisa menjualnya. Thanks!

Galeri Nayfah said...

Halo bu Getty,
Untuk menjual, bisa lewat media sosial (facebook, twitter, instagram, dll) dan fjb (Forum jual beli, seperti Kaskus, Tokpedia, OLX, dll).
Cara supaya PD, kita harus yakin dg hasil keterampilan kita, Bu. Tidak semua orang bisa mengubah benang menjadi sesuatu yang indah. Hanya tangan-tangan terampil yang bisa melakukannya :)
Semangaaattt...!!! ^_^

Yessy Dwi said...
This comment has been removed by the author.
Yessy Dwi said...

Dapat pencerahan baru nih hehee...
Terimakasih ya mbak😊

Yessy Dwi said...

Oiya mbak, saya baru mau berencana Kalau saya ingin menitipkan rajutan saya ketoko, tapi saya bingung mau mmberikan hargajual ketoko tersebut. Ini saya ada perhitungan, semisal saya titip 1set isi 6 buah bros kemudian saya berikan potongan sebesar 10% perset bagaimana? Kira" toko yg saya titipin itu mau atau tidak ya mbak? Mohon balasannya, terimakasih 😉

Yessy Dwi said...

Oiya mbak, saya baru mau berencana Kalau saya ingin menitipkan rajutan saya ketoko, tapi saya bingung mau mmberikan hargajual ketoko tersebut. Ini saya ada perhitungan, semisal saya titip 1set isi 6 buah bros kemudian saya berikan potongan sebesar 10% perset bagaimana? Kira" toko yg saya titipin itu mau atau tidak ya mbak? Mohon balasannya, terimakasih 😉

Novelia Ummu Nayfah said...

Bisa dg cara begitu, mbak. Istilahnya kaya konsinyasi gitu yah. In syaa Alloh mau kok, dulu sy juga seperti itu :)

Irma said...

Assalamualaikum mba,
semua pekerjaan merajutnya dikerjakan sendiri atau ada pegawainya?
kl misalnya ada, perhitungannya jadi bagaimana?
terimakasih mba
wassalamualaikum

Novelia Ummu Nayfah said...

Wa'alaykumussalam,
Untuk menjaga kualitas, semua sy kerjakan sendiri, mbak. Kalau misalnya memakai asisten, sebaiknya tentukan di awal ttg upahnya... apakah dg sistem prosentase atau gaji fix. Jika gaji fix, masukkan hitungan nya ke expenses.
Kalau sistem prosentase (asisten dpt sekian persen dari profit), maka nanti yg di-mark up adalah harga retail nya.

Semoga bermanfaat ;)

Salam,
Ummu Nayfah.

Priyono Rahmat said...

luar biasa tulisannya..sangat bermanfaat sekali. inshallah kedepannya saya juga niat mau posting sekitar rajutan. boleh mampir ke blog saya. www.goodpriy.blogspot.com
ohya mbak...kira2 mekanismenya gimana cara produk kita bisa diliat sama masyarakat internasional..apakha ada link2 khusus yg mbak tau?

terimaksih. salam

rahmat

Priyono Rahmat said...

luar biasa tulisannya..sangat bermanfaat sekali. inshallah kedepannya saya juga niat mau posting sekitar rajutan. boleh mampir ke blog saya. www.goodpriy.blogspot.com
ohya mbak...kira2 mekanismenya gimana cara produk kita bisa diliat sama masyarakat internasional..apakha ada link2 khusus yg mbak tau?

terimaksih. salam

rahmat

Novelia Ummu Nayfah said...

Share di pinterest saja Pak, link nya: www.pinterest.com.
Ada aplikasinya juga.

Yunita Laraswari said...

Assalamualaikum mbak,

Ketika mbak mulai bisnis merajut ini, Untuk 1 hari kira-kira berapa rajutan yg mbak selesaikan?
Apakah ada target berapa rajutan yg harus diselesaikan dalam 1 hari?

Terimakasih mbak

Wassalamualaikum

Novelia said...

Wa'alaykumussalam,
Untuk saat ini sy tidak menentukan harus berapa project per hari, mba. Krn sibuk dengan anak-anak dan perkerjaan rumah tangga. Kalau dulu saat masih concern di bisnis rajutan sebagai produsen, sy target sehari 1 lusin aplikasi bros (belum finishing). Jadi nanti kalau ada yg pesan baru dijahit atau dipasang penitinya.

Kalau sekarang sy fokus mendesain pola, untuk dijual di Etsy. Lebih santai dan praktis, yg mau membeli bisa langsung download lewat Etsy. Sy tinggal nerima pembayarannya :D

Kalaupun membuat rajutan, sy utamakan utk dijual ke luar negeri. Lebih layak harganya..

Mampir ke toko sy mba:
LaLehCrochet.Etsy.com

Nurul said...

Bismillah. Assalaamu'alaikum ummu nayfah, saya jg perajut, saya dah baca tulisan mbak lebih dari sekali....bagus banget.... menginspirasi untuk percaya diri.... mampir mbak ke blog sederhana saya. umncraft.blogspot.com.

M A Y A Rismaya said...

Itu yg 4.800 dari mana ya? Mohon bantuan. Maksih yaa