Pages

Friday, May 16, 2014

Fingerprint Tree

Menu kreatif Nayfah hari ini adalah "finger stamp tree". Permainan ini sangat sederhana. Saya sendiri menggunakan bahan-bahan sisa. Untuk kertasnya, berhubung persediaan kertas kanvas kosong, saya menggunakan kertas karton yang dibagi menjadi delapan bagian. Ukuran ini pas untuk printer saya. Jika pembaca memiliki printer A3, insya Alloh hasilnya lebih baik :)

Bahan:
- Kertas kanvas (atau kertas lain yang tebal)
- pewarna makanan (bisa diganti cat air)
- Tempat untuk pewarna (saya menggunakan tempat bekas soft lens)
- Gambar pohon (bisa di-print atau digambar manual oleh ortu)

 Ini langkah pengerjaannya:

Bahan

Proses finger stamp. Celupkan jempol ke pewarna, lalu stempel di kertas.
 
Hasilnya seperti ini:


Warna hijau bisa diganti dengan warna pink (merah+putih) untuk mengubah nuansa lukisan menjadi seperti bunga sakura.

Pola pohon bisa download gambar berikut:


Selamat mencoba ^_^

#Homeschooling

Thursday, May 8, 2014

Resep Bebek Goreng Madura

Rasa lezat bebek Madura sudah terkenal sampai ke manca negara. Bebek goreng ini menurut saya lebih khas dengan masakan daerah Bangkalan atau Sampang,

Dulu, saya hanya bisa merasakan kelezatan makanan ini di warung-warung saat saya kuliah di Bangkalan. Rasanya benar-benar khas, dan tidak ada bau amis bebek sedikitpun. Bumbunya juga membuat saya ketagihan untuk terus membeli, walau harganya terbilang mahal untuk kantong mahasiswa.

Suatu hari, seorang kerabat memberitahu saya resep ini. 
Untuk yang ingin mencoba, yuk lihat resepnya:




BEBEK GORENG BUMBU (MADURA)

Bahan:
1 ekor bebek, potong sesuai selera
Jeruk nipis
1 sdm garam

Bumbu halus:
200 gram bawang merah
100 gram bawang putih
7 buah kemiri
5 cm laos/lengkuas
3 ruas kunyit (atau sesuai selera)
2 cm jahe
1/2 sdt ketumbar
1/2 sdt merica
200 gr cabe merah kering halus (bisa diganti dengan buah cabai merah segar), skip jika tidak suka pedas.
1 sdm garam
3 batang sereh
5 lembar daun jeruk
2 sdm kecap manis

Cara:
  1. Lumuri bebek dengan jeruk nipis dan garam, diamkan sekitar 15 menit dalam kulkas, lalu bilas dengan air mengalir.
  2. Panaskan panci presto, beri minyak secukupnya untuk menumis. Tumis bumbu halus hingga harum (tanpa kecap) Tambahkan air sedikit demi sedikit.
  3. Masukkan bebek, pastikan tinggi air sekitar 1-2 cm di atas permukaan bebek. Tutup panci presto, gunakan api besar. Saat presto berdesis, kecilkan api hingga sedang, ungkep selama 30 menit.
  4. Matikan kompor, tunggu hingga tekanan dalam panci presto kembali normal dan tutup panci bisa dibuka. Angkat bebek dan sereh, biarkan bumbu tetap di panci. 
  5. Tambahkan minyak sekitar 5 sendok makan atau sesuai selera. didihkan lagi tanpa ditutup (agar air menguap). Tunggu hingga bumbu keset dan berwarna lebih gelap. Tambahkan minyak, terus aduk agar bumbu matang merata.
Selamat mencoba!

Friday, May 2, 2014

Home School Activity #3: Cutting and Sticking

Sebenarnya ini sudah dibahas di posting sebelumnya, tentang pengenalan bentuk dan warna. Namun, kali ini saya post lagi foto yang pertama, karena akan ada relasi dengan kativitas gunting-tempel berikutnya.


Pada aktivitas gunting-tempel di atas, saya menggambar pola di balik kertas origami, lalu meminta (meminta lho ya, bukan menyuruh) Nayfah mengguntingnya. Meminta sangat berbeda dengan menyuruh. Kalau menyuruh, kita menyuruh anak kita untuk melakukan sesuatu. Suka atau tidak, anak harus melakukan perintah orang tua. Sedangkan "meminta" pada dasarnya akan dilakukan jika anak bersedia melakukannya.
Sangat berbeda kesannya antara kalimat, "Gunting kertas ini sesuai pola!" --> kalimat perintah
dengan kalimat, "Nayfah mau bantu Ummi? Kertas ini harus digunting sesuai pola,"

Bagaimana kesannya? Yang lebih enak di hati pasti option yang kedua.

Pada HS activity kali ini, tujuan saya untuk melatih Nayfah menggunakan gunting, agar hasil guntingannya semakin rapi dengan mengikuti pola yang sudah saya gambar. Oya, saya menggambar satu pola untuk satu warna kertas origami. Misalnya persegi menggunakan warna biru, segi tiga warna merah, dsb. Semakin banyak penggunaan warna, semakin bagus.

Lalu, mari kita beranjak ke cutting & sticking kedua. Jika pada aktivitas sebelumnya lebih ditekankan pada kerapian Nayfah dalam menggunting, kali ini saya ingin dia terampil menempel. Saya menggunakan 2 lembar kertas concorde putih. Kertas pertama saya print berwarna, sedangkan kertas kedua hanya ada gambar bentuk saja, warna hitam-putih.

Kertas yang tanpa warna digunakan sebagai media untuk menempel, sedangkan kertas yang full color saya gunting sesuai bentuk. Pertama kali mencoba, seperti inilah hasil belajar Nayfah:


Lumayan rapi menurut saya, karena dari 12 gambar bentuk, hanya dua yang sedikit kurang rapi :)

Home School Activity #2: I Love Buttons!

Pagi itu, 26 April 2014, saya membersihkan halaman depan rumah dan memangkas batang bambu air yang kering. Tadinya saya berpikir untuk membuangnya, tapi... bagaimana kalau digunakan untuk berkreasi dengan Nayfah? Kebetulan di rumah juga ada sisa kancing tak terpakai.

Namun, karena Nayfah masih suka menggunting kertas, saya taruh dulu ranting kering dan kancing ini. Seharian itu, Nayfah menggunting pola segi tiga, segi empat dan persegi panjang, lalu menempelnya di kanvas seperti ini:


Untuk bentuk kupu-kupu dan baju, saya yang mengguntingkan. Itu request khusus dari Nayfah :D

Seharian bermain gunting-tempel, menggambar, mewarnai, dan sebagainya. Saya lupa dengan ranting kering dan kancing yang saya letakkan di meja TV.

Malam hari, sekitar jam setengah sembilan, Nayfah mengambil ranting itu berikut kancing dan kanvasnya.
"Ummi, ini lem nya mana?" tanyanya.
Saya ambilkan white glue dalam kemasan seperti tipe-X, dan mengajarkan cara menggunakannya. Awal-awal penggunaan, belepotan kesana kemari. Tapi alhamdulillah, bisa dirapikan dengan tisu selama lem-nya belum kering.

Beberapa menit kemudian, jadilah ranting dan kancing itu seperti ini:


Hari itu, tema belajar kami adalah mengenal bentuk. Kancing yang berbentuk bulat membantu saya untuk memberi "kesan" pada proses belajar kali ini. Nayfah mudah mengingat bentuk bulat karena mirip kancing.

Hasil yang kedua, bentuknya lebih abstrak. si mungil ini sepertinya tak mau karyanya sama dengan karya pertamanya.


Nah, pada malam berikutnya, sebelum tidur, Nayfah kembali mencari sesuatu untuk ditempel. Saat itu, saya kira Nayfah sedang mencari mainan di laci. Ternyata dia sedang mencari bahan untuk berkreasi. Saya yang saat itu konsen menyimak acara di TV (kalau tidak salah tentang kasus JIS), tidak memperhatikannya.
Tahu-tahu Nayfah menghampiri saya dengan membawa ini:


Saya pura-pura bertanya, "Ini apa?"
"Ini keltasnya," katanya sambil menunjuk koran. Maksudnya ingin mengatakan bahwa itu kanvas.
"Ini kancingnya kulang, Nay pake koin buat ditempel." katanya sambil mengarahkan ujung telunjuknya ke koin.
Masya Alloh... terharu saya. Nayfah sudah bisa berpikir kreatif ^_^