Pages

Friday, May 24, 2013

Karakteristik Benang Rajut

Di Indonesia, benang yang paling popular adalah benang acrylic wool, atau yang lebih familiar disebut “benang siet”. Namun, sebenarnya jenis benang sangat bervariasi. Berikut diantaranya:

1.      Benang katun (Cotton yarn)
Sesuai namanya, benang yang umum digunakan oleh para pemula ini terbuat dari serat kapas. Benang katun bersifat dingin, mudah menyerap keringat, lentur, kuat, ringan, dan memiliki banyak varian warna. Benang ini termasuk “benang multiproject”, karena bisa digunakan untuk berbagai macam jenis rajutan. Misalnya, bros, bandana, pinggiran kerudung, syal, tatakan gelas, tas, sepatu, sandal, dan sebagainya.
Berdasarkan varian warnanya, benang katun dibagi menjadi dua kelompok, yaitu plain (polos) dan ombre (warna sembur/gradasi). Tingkat kehalusannya pun berbeda-beda antara jenis benang katun yang satu dengan yang lain. Soft cotton, misalnya, adalah yang paling halus diantara benang berbahan dasar kapas. Sementara itu, satu tingkat di bawahnya, ada katun bali yang terbuat dari perpaduan kapas dan polyester.

a.       Katun biasa. Benang ini memiliki tingkat kehalusan standar dengan harga yang ekonomis. Biasa dijual dalam bentuk ball, harga benang ini berkisar antara Rp.10.000 hingga Rp. 13.000. Harga tersebut dipengaruhi oleh banyaknya warna dalam segulung benang. Perajut pemula sangat disarankan untuk menggunakan benang ini untuk latihan. Sifatnya yang tidak licin memudahkan perajut pemula saat berlatih, karena biasanya para pemula harus belajar menjaga tension (tegangan) benang. Benang yang licin mudah terlepas sehingga membuat pemula kesulitan melilitkan benang di tangan.
Dari diameternya, benang ini dibagi menjadi dua, yaitu katun biasa dan katun big ply.
contoh project menggunakan katun biasa
menggunakan katun big ply

b.      Katun Bali. Berbahan dasar campuran serat kapas dan polyester, benang ini lebih mengkilat dan halus jika dibandingkan benang katun biasa. Tingkat kelembutannya mirip dengan benang berbahan dasar serat bamboo. Bedanya, benang katun bali lebih kaku, sedangkan benang bamboo lebih ringan dan sedikit berbulu. Benang ini sangat cocok untuk project seperti amigurumi, doily, dompet, bros, topi, aplikasi rajut, dan sebagainya.
Benang ini juga tersedia dalam versi big ply.
Menggunakan katun bali lace

c.       Katun halus (soft cotton). Teksturnya yang halus sangat cocok untuk project perlengkapan bayi, misalnya topi, sweater, baby cocoon, dan sebagainya. Selain itu, sifatnya yang “jatuh” juga cocok digunakan untuk poncho, syal, stola, bolero, dll.
Benang ini sudah dikenal hingga manca Negara. Sayangnya, di Indonesia, pabrik-pabrik benang hanya menjual sisa eksport untuk perajut local. Mereka lebih mengutamakan untuk diekspor. Kekurangan dari benang ini terletak pada konsistensi warnanya dan sering terdapat sambungan dalam segulung benang.
Mini butterfly, ukuran sangat kecil
menggunakan sof cotton lace


d.      Katun panda. Benang ini bagus untuk kaos kaki dan slipper karena teksturnya yang lembut dan hangat.

e.       Katun Orchid. Karakteristiknya lembut, namun memiliki tekstur yang agak pecah. Benang ini cocok untuk wearable projects seperti baju, bolero dan syal.

f.       Katun Kinlon. Benang kinlon bersifat lembut, ringan, mengembang dan hangat saat dipakai. Biasanya, benang ini digunakan untuk membuat syal dan baju hangat.

g.      Katun Minlon. Mirip dengan benang kinlon, sifatnya yang ringan dan lembut membuat benang ini cocok untuk syal, baju, amigurumi, dan sebagainya.

2.      Polyester
Di Indonesia, ada berbagai macam benang berbahan dasar polyester. Beberapa diantaranya adalah: Polycherry, Poly Apple, poly shiny, poly sparkle, poly big ply, poly sparkle, metallic yarn, dan yang diameternya paling besar adalah Poly Big Mambo. Benang berbahan polyester bersifat hangat, mengkilat dan kaku, tidak disarankan untuk wearable projects. Benang ini lebih cocok jika digunakan untuk membuat tas, dompet, bros, dan project lain yang membutuhkan sifat kaku.
Menggunakan benang polyester

3.      Nilon
Dari segi teksur, benang ini mirip dengan polyester, namun lebih kaku. Benang ini dijual per 50 gram/hank, 300 gram/cone hingga 1 kg/cone. Tersedia dalam berbagai ukuran, yaitu: D12, D18, D27, dan D30. Semakin besar angkanya, berarti semakin besar helai benangnya. Karena karakteristiknya yang kaku, maka project yang cocok untuk benang ini adalah tas, sepatu, dompet, bros, dan sejenisnya.

4.      Soft Nilon
Teksturnya kuat dan mengkilap, sangat mirip dengan nilon pada umunya, namun lebih halus, empuk dan nyaman dirajut. Bagus digunakan untuk membuat bros, tas, dompet, dan sebagainya.

5.      Rayon
Ada dua jenis rayon berdasarkan bahan pembuatannya, yaitu:
a.       Rayon Viscose. Benang ini disebut artificial silk atau sutera buatan, karena kelembutan dan kehalusannya. Benang ini tidak terbuat dari serat sintetis, melainkan dari serat kayu yang memiliki kadar selulosa tinggi. Sifatnya halus, ringan, dingin, “jatuh” saat digunakan untuk membuat baju, dan licin saat dirajut.
menggunakan rayon viscose

b.      Cotton-rayon. Perpaduan dari serat kapas dan viscose membuat benang ini lebih berat jika dibandingkan dengan rayon yang berbahan dasar viscose murni. Benang ini lebih cocok untuk kaos kaki bayi, selimut bayi, dan sebagainya.


6.      Acrylic yarn
a.       Acrylic wool (biasa disebut “benang siet”). Bisa dikatakan, benang ini adalah “nenek moyang” benang di Indonesia. Benang ini sangat familiar bagi masyarakat Indonesia dan sudah digunakan selama puluhan tahun. Sifatnya hangat, berbulu, dan pilihan warnanya cerah. Cocok digunakan untuk membuat baju boneka, alas vas, tas, dan sebagainya. Tidak disarankan untuk digunakan pada wearable projects karena benang ini membuat penggunanya merasa gatal saat dikenakan.
b.      Soft Acrylic. Bertekstur halus dan berbentuk pipih seperti pita, benang ini nyaman digunakan untuk baju, rompi, syal, cardigan, sweater, neck warmer, dan sebagainya.

7.      Bulky yarn
Bisa dikatakan, ini adalah “raksasa”nya benang rajut lokal. Diameter benang yang besar membuatnya bersifat hangat dipakai. Sangat cocok untuk syal hangat, beanie, bahkan tas. Karakteristik lain dari benang ini adalah: berbulu. Ada tiga varian bulky, yaitu:
a.       Acrylic bulky (biasa disebut dengan “bulky”), soft bulky, dan slub bulky. Benang bulky biasa berbahan dasar acrylic. Helai benangnya konstan dan dililit dengan benang tipis. Benang ini cocok menggunakan aluminium hook no. 8/0, 9/0, atau 10/0 (5.00-6.00 mm). ukuran hook disesuaikan dengan tension (tarikan) masing-masing perajut.
b.      Soft bulky lebih kecil diameter benangnya jika dibandingkan dengan acrylic bulky dan helainya polos (tanpa lilitan benang tipis). Tekstur benangnya halus, berbulu, dan hangat. Sangat cocok untuk syal hangat, topi bayi, selimut hangat, dan sejenisnya.
c.       Slub bulky. tekstur benangnya adalah perpaduan antara soft bulky dan acrylic bulky. Seratnya lembut seperti soft bulky, namun helai benangnya dililit benang tipis dengan tekstur gradasi tebal-tipis.

8.    Polypropylene
     Karakteristiknya lebih mirip campuran antara polyester dan nylon. Benang ini kilap seperti nilon, namun ringannya mirip polyester.
The Dancing Butterfly
framed purse menggunakan benang polyproilene
Bros kupu-kupu digunakan untuk asesoris tas
9. Shimmery yarn
Benang ini helainya lebih besar dari nilon, menggunakan hook etimo rose nomor 6/0 (3.50 mm). Diantara helaiannya, terdapat sehelai benang berwarna emas atau perak. Benang ini memberi kesan mewah dengan warnanya.
contoh project menggunakan shimmery yarn
framed purse dengan benang shimmery
bros rajut menggunakan shimmery yarn

10.      T-shirt yarn
Benang yang terbuat dari potongan panjang bahan kaos ini dikenal dengan sebutan Tarn. Didalam negeri, benang tarn awalnya kurang memiliki nilai ekonomis. Benda ini justru lebih sering digunakan dalam bidang pertanian, sebagai tali pengganti raffia. Namun, sejak beberapa tahun belakangan, tren benang kaos mulai merambah ke Indonesia. 

Thursday, May 23, 2013

Crochet Toddler Dress Pattern

Hello, there! 

Since there were many people asking me for the written pattern, I translated the pattern to a pdf (consisting diagrams, written pattern and step-by-step tutorial).

Here are the pattern:



Crochet Toddler Dress Pattern
Translated by Novelia Ummu Nayfah (La Léh Crochet) 

Materials:
  • Bali cotton yarn in green (2 cakes of @100 grams), white (2 cakes  of @100 grams), and small amount of yellow. FYI, the texture of bali cotton yarn looks like bamboo yarn. You may use other sport-weight yarns.
  • Hook: 4/0 Tulip Etimo Rose hook (2.50 mm)
  • Thread and sewing needle (you may use hot-melted glue)
  • Synthetic flowers (you may use this flower as accessory)
Stitches:
  • Slip stitch (sl st)
  • Chain (ch)
  • Single Crochet (sc)
  • Double crochet (dc)
  • 2dc, ch 2, 2dc shell
  • 5dc solid shell
  • Rep: repeat
  • Beg: beginning
  • dc2tog
  • dc3tog
Finished size:
Waist (circle)  :           21.5"
Length             :           22"
*This is approximate size, depending on your tension


Motif #1 (green)
  • ·         Basic chains: 160, sl slt to the first ch.
  • ·      Row 1: ch 1, sc all around (160 sts), sl st.
  • ·     Row 2: ch 3, turn, dc at the same st, *ch 2, skip 2 sts, dc on the next 3 sts* (rep. 30 times), ch 2, skip 2 sts, dc 2.
  • ·     Row 3: ch 1, turn, sc at the same st, *5dc shell on chain loop, skip one dc, sc at the next dc* (rep. 30 times), 5dc shell on chain loop, sc at the next st.
  • ·     Row 4: ch 5, turn, dc at the 2nd st on shell, dc 2, ch 2, *skip 3 sts, dc 3 on shell* (rep. 30 times), ch 1, tr on the last st.
  • ·     Row 5: ch 3, turn, 3dc on chain loop, skip 1 st, sc at the next st, *5dc shell on chains, skip 1 st, sc at the next st* (rep. 30 times), 3dc on the last chain loop.
  • ·    Row 6: ch 2, turn, dc at the same st, dc, *ch 3, skip 3 sts, dc on the next 3 sts* (rep. 31 times), ch 3, skip 3 sts, dc 2.
  • ·     Row 7: Rep. row 3
  • ·     Row 8: Rep. row 4
  • ·     Row 9: ch 1, turn, sc all around (160 sts)

MOTIF #2 –WHITE & GREEN

·         Row 10WHITE— ch 1, all around (160 sts).
·         Row 11-15: ch 2, turn, dc 2, ch, *dc 5, ch* (rep. 26 times), dc 2.
·         Row 16-17GREEN—rep. Row 11

Shoulder: BACK (make 2) --I recommend you to see the pictorials --
·         Row 18: (Back) ch 2, turn, dc 2, ch, *dc 5, ch* (rep. 4 times), dc 3, dc3tog.
·         Row 19: ch 2, turn, dc2tog, dc, *ch, dc 5* (rep. 4 times), ch, dc 2.
·         Row 20: ch 2, turn, dc at the next st, ch, *dc 5, ch * (rep. 8 times), dc2tog.
·         Row 21: ch 2, *dc 5, ch* (rep. 4 times), dc 2.

FRONT
·         Row 18 : ch 2 on chains, dc2tog, dc 3, ch, *dc 5, ch* (rep. 8 times), dc 3, dc3tog.
·         Row 19 : ch 2, turn, dc2tog, dc, ch, *dc5, ch* (rep. 8 times), dc, dc3tog.
·         Row 20 : ch 2, turn, dc, ch, *dc 5, ch* (rep. 8 times), dc2tog.
·         Row 21 : ch 2, turn, dc 5, ch, dc 4, dc2tog to the next dc.
·         Row 22 : ch 2, turn, dc at the same st, dc 8 (9 dc all)
·         Row 23-45: rep. Row 22
·         Row 46: ch 2, turn, 2dc at the same st, dc 3, ch, dc 4, 2dc. Leave long tail to sew to the back (see pictures below).

Shoulder edging:
*sc 1, ch 4, skip 2 sts*  



SKIRT (Working around, DO NOT TURN)

Note:
a.       [dc 2, ch 2, dc 2 shell] will later be called as ‘shell’

b.      [dc 2, ch 2, dc 2, ch 2, dc 2 shell] will be called as ‘split shell’

  • Round 1 : sc all.
  • Round 2: ch 5, 2dc at the same st, skip 3 sts, *shell, skip 3 sts* (repeat 39 times), dc at the beginning, sl st 2 to the center of shell.
  • Round 3: ch 5, 2dc at the same st, *shell, skip 3 sts* (repeat 39 times), dc at the beginning, sl st 2 to the center of shell.
  • Round 4: ch 5, 2dc at the same st, shell, ch 2, shell, ch 2, shell, *shell 2, ch 2, shell, ch 2, shell* (repeat 9 times), dc at the beginning, sl st 2 to the center of shell.
  • Round 5: ch 5, 2dc at the same st, shell, ch 3, shell, ch 3, shell, *shell 2, ch 3, shell, ch 3, shell* (repeat 9 times), dc at the beginning, sl st 2 to the center of shell.
  • Round 6: ch 5, 2dc at the same st, shell, ch 3, sc on chains, ch 3, shell, ch 3, sc on chains, ch 3, shell, *shell 2, ch 3, sc on chains, ch 3, shell, ch 3, sc on chains, ch 3, shell* (repeat 9 times), dc at the beginning, sl st 2 to the center of shell.
  • Round 7: ch 5, 2dc at the same st, shell, ch 4, split shell (see picture below), ch 4, shell, *shell 2, ch 4, [shell, ch 2, 2dc at the same st], ch 4, shell* (repeat 9 times), dc at the beginning, sl st 2 to the center of shell.
  • Round 8 --I recommend you to see the pictorials--: ch 5, 2dc at the same st, shell, ch 2, sc on chains, ch 2, shell 2 on the split shell, ch 2, sc on chains, ch 2, shell, *shell 2, ch 2, sc on chains, ch 2, shell 2 on the split shell, ch 2, sc on chains, ch 2, shell* (repeat 9 times), dc at the beginning, sl st 2 to the center of shell. 
  • Round 9: ch 5, 2dc at the same st, shell, ch 4, shell, dc between shells, shell, ch 4, shell, *shell 2, ch 4, shell, dc between shells, shell, ch 4, shell* (repeat 9 times), dc at the beginning, sl st 2 to the center of shell.
  • Round 10: ch 5, 2dc at the same st, shell, ch 2, sc on chains, ch 2, shell, ch 1, dc on dc, ch 1, shell, ch 2, sc on chains, ch 2, shell, *shell 2, ch 2, sc on chains, ch 2, shell, ch 1, dc on dc, ch 1, shell, ch 2, sc on chains, ch 2, shell* (repeat 9 times), dc at the beginning, sl st 2 to the center of shell.
  • Round 11: ch 5, 2dc at the same st, shell, ch 4, shell, ch 2, dc on dc, ch 2, shell, ch 4, shell, *shell 2, ch 4, shell, ch 2, dc on dc, ch 2, shell, ch 4, shell* (repeat 9 times), dc at the beginning, sl st 2 to the center of shell.
  • Round 12: ch 5, 2dc at the same st, shell, ch 2, sc on chains, ch 2, shell, ch 2, dc on dc, ch 2, shell, ch 2, sc on chains, ch 2, shell, ch 2, sc on chains, ch 2, shell, *shell 2, ch 2, sc on chains, ch 2, shell, ch 2, dc on dc, ch 2, shell, ch 2, sc on chains, ch 2, shell, ch 2, sc on chains, ch 2, shell* (repeat 9 times), dc at the beginning, sl st 2 to the center of shell.
  • Round 13: ch 5, 2dc at the same st, shell, ch 4, shell, ch 1, dc on chains, ch 1, dc on dc, ch 1, dc on chains, ch 1, shell, ch 4, shell, *shell 2, ch 4, shell, ch 1, dc on chains, ch 1, dc on dc, ch 1, dc on chains, ch 1, shell, ch 4, shell* (repeat 9 times), dc at the beginning, sl st 2 to the center of shell.
  • Round 14: ch 5, 2dc at the same st, shell, ch 2, sc on chains, ch 2, shell, ch 2, sc on dc, ch 2, dc on dc, ch 2, sc on dc, ch 2, shell, ch 2, sc on chains, ch 2, shell, *shell 2, ch 2, sc on chains, ch 2, shell, ch 2, sc on dc, ch 2, dc on dc, ch 2, sc on dc, ch 2, shell, ch 2, sc on chains, ch 2, shell* (repeat 9 times), dc at the beginning, sl st 2 to the center of shell.
  • Round 15: ch 5, 2dc at the same st, shell, ch 4, shell, ch 4, dc on dc, ch 4, shell, ch 4, shell, *shell 2, ch 4, shell, ch 4, dc on dc, ch 4, shell, ch 4, shell* (repeat 9 times), dc at the beginning, sl st 2 to the center of shell.
  • Round 16: ch 5, 2dc at the same st, shell, ch 2, sc on chains, ch 2, shell, ch 2, dc on chains, ch 2, dc on dc, ch 2, dc on chains, ch 2, shell, ch 2, sc on chains, ch 2, shell, *shell 2, ch 2, sc on chains, ch 2, shell, ch 2, dc on chains, ch 2, dc on dc, ch 2, dc on chains, ch 2, shell, ch 2, sc on chains, ch 2, shell* (repeat 9 times), dc at the beginning, sl st 2 to the center of shell.
  • Round 17: ch 5, 2dc at the same st, shell, ch 4, shell, ch 1, dc on chains, ch 1, dc on chains, ch 1, dc on dc, ch 1, dc on chains, ch 1, dc on chains, ch 1, shell, ch 4, shell, *shell 2, ch 4, shell, ch 1, dc on chains, ch 1, dc on chains, ch 1, dc on dc, ch 1, dc on chains, ch 1, dc on chains, ch 1, shell, ch 4, shell* (repeat 9 times), dc at the beginning, sl st 2 to the center of shell.
  • Round 18: ch 5, 2dc at the same st, shell, ch 2, sc on chains, ch 2, shell, ch 1, dc on dc, ch 2, sc on dc, ch 2, dc on dc, ch 2, sc on dc, ch 2, dc on dc, ch 1, shell, ch 2, sc on chains, ch 2, shell, *shell 2, ch 2, sc on chains, ch 2, shell, ch 1, dc on dc, ch 2, sc on dc, ch 2, dc on dc, ch 2, sc on dc, ch 2, dc on dc, ch 1, shell, ch 2, sc on chains, ch 2, shell* (repeat 9 times), dc at the beginning, sl st 2 to the center of shell.
  • Round 19: (with green yarn) ch 5, 2dc at the same st, shell, ch 4, shell, ch 3, dc on dc, ch 5, dc on dc, ch 5, dc on dc, ch 3, shell, ch 4, shell, *shell 2, ch 4, shell, ch 3, dc on dc, ch 5, dc on dc, ch 5, dc on dc, ch 3, shell, ch 4, shell* (repeat 9 times), dc at the beginning, sl st 2 to the center of shell. –do not cut the yarn—
  • Round 20: (with yellow yarn) ch 5, 2dc at the same st, shell, ch 2, sc on chains, ch 2, shell, shell on dc, skip the chains, shell on dc, skip the chains, shell on dc, shell, ch 2, sc on chains, ch 2, shell, *shell 2, ch 2, sc on chains, ch 2, shell, shell on dc, skip the chains, shell on dc, skip the chains, shell on dc, shell, ch 2, sc on chains, ch 2, shell* (repeat 9 times), dc at the beginning, sl st 2 to the center of shell.
  • Round 21: (still with yellow yarn) ch 5, 2dc at the same st, shell, ch 4, shell 5, ch 4, shell, *shell 2, ch 4, shell 5, ch 4, shell* (repeat 9 times), dc at the beginning, sl st 2 to the center of shell. Cut the yarn.
  • Round 22: (with green yarn) ch 5, 2dc at the same st, shell, ch 2, sc on chains, ch 2, shell 5, ch 2, sc on chains, ch 2, shell, *shell 2, ch 2, sc on chains, ch 2, shell 5, ch 2, sc on chains, ch 2, shell* (repeat 9 times), dc at the beginning, sl st 2 to the center of shell.
  • Round 23: ch 5, 2dc at the same st, shell, ch 4, shell 5, ch 4, shell, * shell 2, ch 4, shell 5, ch 4, shell* (repeat 9 times), dc at the beginning, sl st 2 to the center of shell.
  • Round 24, 26, 28, 30, 32,34   :   repeat Round 22
  • Round 25, 27, 29, 31,33, 35   :   repeat Round 23
  • Round 36: sc all around (560 sts)
  • Round 37: ch 3, dc at the same st, dc , ch 2, skip 2 sts, *dc 3, ch 2, skip 2 sts* (repeat 111 times), dc, sl st at the beginning.
  • Round 38: ch 1, sc at the same st, dc 5 on chains, *sc, dc 5 on chains* (repeat 111 times), sl st at the beginning.

If you want to download the pdf, you can download it through this link.   
Pictures below showing you some parts of the pdf:






Anyway, this crochet flower is perfect to replace the synthetic flowers. Find the pattern here.



Happy hooking!